PhD Tips #7: Have a Social Relationship!

IMG_1142

Salah satu isu penting dalam menjalani kehidupan kita adalah memiliki WORK-LIFE BALANCE. Yah, meskipun menjadi seorang PhD student sebenarnya bukanlah pekerjaan, tapi kondisinya miriplah dengan mereka yang bekerja.

Nah, baik itu seorang pekerja ataupun mahasiswa, penting untuk memiliki WORK-LIFE BALANCE. Artinya kita harus pandai-pandai mengatur keseimbangan antara pekerjaan (aktifitas studi) dengan kehidupan sosial kita. Mungkin banyak yang tidak menyadari hal ini. Ada student yang setiap hari dari pagi sampai malam selama seminggu menghabiskan hari-harinya di kampus. Hanya membaca, meneliti, dan menulis paper. Bukannya bagus, hal ini dapat menjadikan PhD student terbebani dan terkena penyakit mental atau stress.

Akibatnya apa? Tentu saja akan lebih parah. Tidak menemukan motivasi, tidak dapat menyelesaikan studi, bahkan merasa hidupnya telah sia-sia dan berniat bunuh diri. Ini semua bukan perkara mudah tetapi dengan memiliki kehidupan sosial akan membantu kita. Bahkan telah banyak penelitian yang menganjurkan agar students meluangkan waktu mereka untuk kegiatan lainnya, seperti berkumpul Bersama keluarga, menghabiskan hari libur Bersama, atau pergi rekreasi sewaktu-waktu. bahkan kampus-kampus ternama juga menyarankan PhD studentsnya untuk meluangkan waktu untuk aktifitas sosial mereka.

Selain menjadi relaksasi dan refleksi, memiliki hubungan sosial ternyata dapat merefresh kembali semangat dan fokus seorang siswa. Bahkan tidak menutup kemungkinan kita mendapat kesempatan-kesempatan lain yang tidak pernah kita sadari sebelumnya. Misalnya aktif di klub kampus, ternyata ada kesempatan magang. Atau aktif di kegiatan volunteer, ternyata kita bertemu dengan organisasi yang dapat membantu koleksi data penelitian kita.

Jadi tunggu apalagi? Cari teman/komunitas, hubungi lagi keluarga jauh, cari hari libur dan pergilah rekreasi sewaktu-waktu.

 

Berjuanglah dengan penuh semangat!

Advertisements