PhD Tips #2: Riset berubah!! Bagaimana menyikapinya?

Omg! Riset saya berubah karena profesor saya memintanya diubah. Bagaimana ini?!

Well, mungkin ini terjadi kepada beberapa orang PhD students, termasuk saya. Bahkan ketika kita telah mempersiapkan proposal riset yang kita anggap menarik pun, riset kita masih berubah. Apa sih yang tidak bisa berubah di dunia ini. Yang penting sebenarnya bukanlah merasa takut atau menjadi khawatir dengan perubahan tersebut. Tetapi bagaimana kita sebaiknya menyikapinya.

Sebenarnya saya sudah menyiapkan topik riset saya jauh-jauh hari, bahkan sudah dari setahun yang lalu sebelum saya menjadi PhD student. Kemudian ketika kita diterima, kita diberikan supervisor yang akan menjadi pembimbing kita selama program PhD kita berlangsung. Biasanya supervisor ini adalah profesor atau senior lecturer dan berjumlah dua orang. Nah, terkadang topik riset yang kita ajukan tidak in-line dengan interestnya supervisor kita. Inilah yang sering terjadi dan ketika kita pertama kali bertemu dengan supervisor untuk berdiskusi, supervisor kita akan mencoba menyampaikan secara halus kepada kita bahwa mereka menginginkan topik riset yang sejalan dengan topik riset mereka.

Lantas bagaimana menyikapinya?

Dalam kasus saya, saya mencoba berpikiran terbuka dan berusaha mendengarkan usulan topik yang mereka berikan. Syukurnya topik yang mereka berikan terdengar menarik dan bahkan menantang saya untuk melakukannya. Apabila demikian, hal ini bagus dan dengan demikian saya akan menutup topik riset lama saya dan mulai mencoba dari awal untuk mempelajari dan meneliti sesuai dengan topik baru yang diberikan ini. Saya mencoba tidak merasa rugi atas topik saya yang lama, karena saya yakin saya akan dapat melakukannya di lain waktu. Setelah saya lulus PhD mungkin.

Nah, kalau demikian, berarti saya cukup fokus dan mulai dengan topik baru yang diberikan. Ini pun tidak apa-apa. Asalkan perubahan topik riset ini dilakukan sejak awal (masih minggu-minggu pertama perkuliahan). Jangan sampai setelah satu atau dua tahun kemudian ganti topik riset! Perlu kita sadari bahwa hubungan interaksi antara supervisor dengan student menjadi hal paling penting dalam kehidupan kita sebagai PhD student. Ibarat kata, merekalah tiket kita untuk dapat selesai program PhD kita.

Terus bagaimana kalau ternyata topik riset yang diberikan itu berbeda sama sekali dengan keilmuan kita? Ini cukup jarang terjadi, tapi masih mungkin terjadi. Hal ini tentu memberatkan dan mengkhawatirkan bagi kita, apakah kita dapat menyelesaikannya?! Saran saya, usahakan diskusi lagi dengan supervisor dan beritahukan kesulitan-kesulitan anda. Katakan bahwa itu tidak sesuai dengan bidang ilmu anda, atau bahwa anda tidak memiliki interest terkait topik tersebut. Usahakan jujur sesegera mungkin daripada anda hanya diam dan membuang-buang waktu yang pada akhirnya anda sendiri menjadi tidak tertarik menyelesaikan studi PhD anda.

Mengapa?

Karena yang paling penting itu adalah bahwa anda tertarik dengan topik riset anda. Terserah apakah topik itu ide orisinil dari anda sendiri atau ide pemberian dari supervisor/orang lain. Banyak yang beranggapan bahwa akan memalukan apabila topik riset kita bukan berasal dari ide orisinil kita sendiri. Bagi saya ini adalah pandangan yang keliru. Hal yang memalukan adalah apabila kita meminjam ide orang lain tanpa memberikan apresiasi yang sepantasnya (aka. plagiarism). Oleh karena itu usahakan untuk sesegera mungkin berdiskusi dengan supervisor anda terkait topik riset, dan setelah ditemukan titik temunya, fokuslah pada apa yang menjadi topik riset anda.

 

Berjuanglah dengan penuh semangat!

 

Advertisements