Going to Melbourne

Sabtu, 1 Juli 2017 adalah penerbangan kami berdua menuju kota Melbourne. Sebuah kota di Tenggara Australia ini telah menjadi idaman bagi saya dan istri. Mengapa? Soalnya Melbourne terkenal sebagai kota yang nyaman dihuni. Selain aman dan nyaman, kota ini juga menawarkan banyak obyek wisata baik yang gratis maupun berbayar yang sayang untuk dilewatkan.

Kami pun menumpangi Garuda Indonesia (satu-satunya maskapai yang menawarkan penerbangan langsung dari Jakarta ke Melbourne) selama 6,5 jam. Memang sih agak mahal apalagi untuk berdua dan sekali jalan kami harus menghabiskan 14,7 juta rupiah. Tetapi mau bagaimana lagi, saatnya kami berangkat. Untuk persiapan pun kami berusaha membawa seperlunya. Mengingat saat keberangkatan kami Australia sedang menghadapi musim dingin, kami pun membawa banyak baju tebal dan jaket. Oh ya, cuaca dingin disini bisa menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal. Jadi kalau belum terbiasa sebaiknya membawa krim pelembap kulit.

Bawaan lain adalah beberapa snack pengobat rindu Indonesia. Ada kerupuk dan opak belum digoreng yang dibuat mama saya. Agak deg2an juga sebenarnya. Soalnya dengar-dengar imigrasi Australia cukup ketat apabila kita membawa makanan masuk ke negera tersebut. Tapi ya sudahlah. Dicoba saja. Akhirnya sampai juga kami di bandara Tullamarine. Saat menghadapi imigrasi, ternyata bagi penumpang family dapat maju bersamaan dengan keluarganya. Hal ini sangat mempercepat proses identifikasi di imigrasi.

Selesai dari imigrasi kami mengambil barang bawaan yang terdiri dari 2 koper besar dan 2 koper kecil. Total berat yang diijinkan oleh maskapai Garuda adalah 30 kg/orang. Karena kami berdua, jadi total 60 kg. Oh ya, lupa menginformasikan bahwa berat 1 koper maksimum 32 kg (bila kita menaiki Garuda). Jadi sebaiknya benar-benar ditimbang dulu sebelum bagasi bawaan dicheck-in di bandara. Begitu keluar, kami langsung disambut dengan hawa dingin menggigil. Begitu saya nyalakan iphone, ternyata suhunya 6 derajat (tgl 2/7). Tenang saja, di sekitar bandara tersedia wifi gratis yang bisa digunakan. Jadi kita bisa menghubungi orang yang akan menjemput kita, dan orang-orang rumah bahwa kita sudah sampai dengan selamat. Sudah tak sabar nih menjalani hidup di negeri orang. See you next time!

 

IMG_9351.JPG
Di dalam Garuda Airline

 

 

 

IMG_9359.PNG
Kami berangkat malam, sampai Melbourne pagi jam 9 lebih. Suhu sedang dingin-dinginnya.