Apa Itu Global Claim?

Industri konstruksi merupakan industri yang sarat dengan terjadinya peristiwa-peristiwa yang saling berkaitan, terjadi bersamaan dan tidak dapat dibedakan sebab-akibatnya. Terlebih pada proyek-proyek kompleks dimana sering kali keterlambatan terjadi pada saat yang bersamaan sehingga mempersulit dilakukannya analisis kerugian atas peristiwa sebab tertentu. Oleh karena itu terdapat sebuah praktek yang cukup sering terjadi dimana salah satu pihak mengajukan sebuah klaim yang mencakup semua kerugian yang timbul sebagai akibat dari sebab-sebab saling berkaitan (interrelated causes) yang disebut sebagai global claim atau rolled-up claim.

Sebuah pengertian global claim diberikan dalam putusan pada kasus John Holland Construction & Engineering Pty Ltd v. Kvaerner RJ Brown Pty Ltd (1996) sebagai berikut: “klaim yang diajukan… adalah sebuah global klaim, yang mana penuntut tidak meminta ganti rugi spesifik atas pelanggaran kontrak tertentu, tetapi menuntut sebuah ganti rugi gabungan sebagai akibat dari semua pelanggaran yang terjadi, atau kiranya sebagai akibat dari pelanggaran-pelanggaran yang pada akhirnya terbukti. Klaim semacam ini sudah pernah diijinkan dalam kasus dimana terdapat ketidakpraktisan untuk menguraikan kerugian-kerugian yang disebabkan oleh tiap-tiap sebab klaim, dan situasi ini tidak disebabkan oleh keterlambatan atau perbuatan lain oleh pihak penuntut…”

— dikutip dari buku MANAJEMEN KONTRAK KONSTRUKSI – Pedoman Praktis dalam Mengelola Proyek Konstruksi oleh Seng Hansen, Gramedia (Mei 2015)

manajemen kontrak konstruksi

Advertisements