Transaksi dari Luar Negeri dengan KeyBCA

Sebenarnya jauh-jauh hari sebelum berangkat ke negeri Kangguru saya sudah mencari-cari informasi bank apa saja yang bisa melakukan transaksi dari luar negeri. Usut punya usut, ternyata hanya bank BCA saja yang memungkinkan kita untuk bertransaksi dari luar negeri. Tentu syaratnya adalah punya tabungan BCA dan keyBCA yang sudah aktif serta punya jaringan internet.

Bank BCA dengan fasilitas keyBCA nya memberikan kemudahan bagi saya. Kurang dari seminggu sejak saya berdiam di Melbourne, Australia, saya mesti melakukan transaksi ke bank Indonesia. Pada transaksi pertama, saya hendak mendaftarkan akun BCA baru ke dalam daftar transfer saya. Ternyata ditolak. Saya kaget dan mulai mencari-cari cara kenapa kok tidak bisa melakukan transaksi. Saya pun teringat dengan cerita istri saya yang kemarinnya berniat melakukan pembayaran asuransi via keyBCA tetapi tidak berhasil. Setelah 30 menit berlalu tanpa hasil, saya mencoba melakukan transfer ke salah satu nomor rekening yang sudah terdaftar sebelumnya. Ternyata bisa!! Transaksi berhasil!

Saya pun kembali optimis dan mulai mencoba mendaftarkan akun baru tersebut dan syukur ternyata bisa direspon. Saya pun segera melakukan transfer ke akun baru tersebut dan transaksi dinyatakan berhasil. Kemudian saya meminta istri saya untuk mencoba bertransaksi pembayaran asuransinya melalui keyBCA saya. Akhirnya juga berhasil.

Yup! Fasilitas keyBCA ini sangat membantu nasabahnya yang sedang berada di luar negeri tetapi perlu melakukan transaksi ke Indonesia. Selamat mencoba.

 

 

Going to Melbourne

Sabtu, 1 Juli 2017 adalah penerbangan kami berdua menuju kota Melbourne. Sebuah kota di Tenggara Australia ini telah menjadi idaman bagi saya dan istri. Mengapa? Soalnya Melbourne terkenal sebagai kota yang nyaman dihuni. Selain aman dan nyaman, kota ini juga menawarkan banyak obyek wisata baik yang gratis maupun berbayar yang sayang untuk dilewatkan.

Kami pun menumpangi Garuda Indonesia (satu-satunya maskapai yang menawarkan penerbangan langsung dari Jakarta ke Melbourne) selama 6,5 jam. Memang sih agak mahal apalagi untuk berdua dan sekali jalan kami harus menghabiskan 14,7 juta rupiah. Tetapi mau bagaimana lagi, saatnya kami berangkat. Untuk persiapan pun kami berusaha membawa seperlunya. Mengingat saat keberangkatan kami Australia sedang menghadapi musim dingin, kami pun membawa banyak baju tebal dan jaket. Oh ya, cuaca dingin disini bisa menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal. Jadi kalau belum terbiasa sebaiknya membawa krim pelembap kulit.

Bawaan lain adalah beberapa snack pengobat rindu Indonesia. Ada kerupuk dan opak belum digoreng yang dibuat mama saya. Agak deg2an juga sebenarnya. Soalnya dengar-dengar imigrasi Australia cukup ketat apabila kita membawa makanan masuk ke negera tersebut. Tapi ya sudahlah. Dicoba saja. Akhirnya sampai juga kami di bandara Tullamarine. Saat menghadapi imigrasi, ternyata bagi penumpang family dapat maju bersamaan dengan keluarganya. Hal ini sangat mempercepat proses identifikasi di imigrasi.

Selesai dari imigrasi kami mengambil barang bawaan yang terdiri dari 2 koper besar dan 2 koper kecil. Total berat yang diijinkan oleh maskapai Garuda adalah 30 kg/orang. Karena kami berdua, jadi total 60 kg. Oh ya, lupa menginformasikan bahwa berat 1 koper maksimum 32 kg (bila kita menaiki Garuda). Jadi sebaiknya benar-benar ditimbang dulu sebelum bagasi bawaan dicheck-in di bandara. Begitu keluar, kami langsung disambut dengan hawa dingin menggigil. Begitu saya nyalakan iphone, ternyata suhunya 6 derajat (tgl 2/7). Tenang saja, di sekitar bandara tersedia wifi gratis yang bisa digunakan. Jadi kita bisa menghubungi orang yang akan menjemput kita, dan orang-orang rumah bahwa kita sudah sampai dengan selamat. Sudah tak sabar nih menjalani hidup di negeri orang. See you next time!

 

IMG_9351.JPG
Di dalam Garuda Airline

 

 

 

IMG_9359.PNG
Kami berangkat malam, sampai Melbourne pagi jam 9 lebih. Suhu sedang dingin-dinginnya.

CEM Program 1 Year Journey

Prodi Manajemen & Rekayasa Konstruksi (MRK) Universitas Agung Podomoro telah berjalan 1 tahun. Baru dibuka pada 1 September 2014, semester 2 telah selesai diselenggarakan. Prodi MRK sendiri merupakan sebuah prodi unggulan yang mengedepankan applied science dalam proses pembelajarannya. Kurikulum prodi ini sengaja didesain khusus untuk memberikan pemahaman dan mengembangkan keterampilan mahasiswa-mahasiswi agar dapat menjadi penerus di industri konstruksi. Berbicara mengenai industri konstruksi, terdapat banyak sekali aspek yang perlu diperhatikan Рutamanya aspek teknis (engineering) dan aspek manajemen (management). Untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja dan siap menghadapi tantangan di industri inilah maka prodi ini dibentuk dan didesain dengan matang.

Tentu saja perjalanan 1 tahun terasa sangat cepat. Ada banyak perubahan, tantangan, suka dan duka yang datang. Tetapi saya pribadi tetap optimis dengan masa depan prodi ini. Semoga prodi ini dapat terus menjadi kebanggaan Podomoro University dan turut bersumbangsih memajukan industri konstruksi di Indonesia. Terima kasih atas bantuan dari seluruh pihak, termasuk pula dosen part-time, dosen tamu, para pembicara dan organisasi-organisasi yang telah kami undang untuk memberikan ilmu dan keterampilan bagi mahasiswa-mahasiswi prodi MRK. Semoga jalinan persahabatan yang baik ini dapat terus dijaga. Berikut adalah video singkat perjalanan 1 tahun prodi MRK. Teruslah maju dan berjaya!!

 

My Convocation 131012

Tribute to UTM!!

Finally we have graduated from our Construction Contract Management Program in 1 full year.

What an amazing experience. May these memories last for a long time.

Special thanks to

1. the Ministry of Public Work of Indonesia Republic (as the sponsor)

2. PT. Waskita Karya (for giving me the chance)

3. UTM (for the lectures and unforgotten memories)

4. My classmate (Indonesian, Malaysian, Iranian, Nigerian)