PhD Tips #6: Decision is a matter of choice

Memutuskan untuk menjadi seorang PhD student jelas bukan perkara mudah. Ada banyak pertimbangan yang mungkin terlintas dalam pikiran kita. Biaya Pendidikan yang mahal, waktu yang harus diluangkan, dan masih banyak lagi pengorbanan lain yang mungkin saja mengurungkan niat seseorang untuk melanjutkan studi ke jenjang Pendidikan terakhir ini. Bahkan tak jarang terlintas dalam benak kita, buat apa sih sampai sesusah payah seperti itu hanya untuk mendapat gelar PhD?

Sekali lagi, bukan gelar PhD-nya yang kita cari. Itu hanya tambahan dan konsekuensi dari pilihan kita untuk menjadi seorang PhD student – mendapat gelar PhD kalau kita selesai dengan baik dan dinyatakan lulus. Itu semua adalah masalah pilihan. Saat kita dihadapkan pilihan: lanjut studi atau tidak – saat itu pulalah kita dihadapkan dengan beragam pilihan. Apabila kita memutuskan untuk tidak melanjutkan studi, maka kita kembali dengan aktifitas kita seperti biasa. Tetap menjalani kehidupan seperti biasa, mungkin ada kesempatan lain yang tidak pernah kita sangka sebelumnya (missal dipromosikan jabatannya, atau memperoleh kesempatan research ke luar negeri).

Demikian pula, apabila kita memutuskan untuk melanjutkan studi sebagai seorang PhD student, muncul beragam konsekuensi dan akibat: berusaha dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan studi; atau tidak berusaha maksimal dan tidak menyelesaikan studi alias berhenti di tengah jalan. Ada cukup banyak cerita dimana mahasiswa S3 berhenti di tengah jalan. Mereka menemui kesulitan-kesulitan: tidak ada waktu, ketidakmampuan untuk mengupdate ilmu, masalah finansial, hingga masalah keluarga; semua dapat menjadi alasan seseorang untuk berhenti di tengah jalan.

Disini, saya tidak mau berspekulasi dan tidak pula bermaksud menyerang mereka yang tidak meneruskan studi hingga selesai. Toh, saya tidak memahami situasi dan kondisi masing-masing orang. Hanya saja itu semua adalah keputusan. Keputusan untuk tetap terus menjalankan studi, atau keputusan untuk berhenti sebelum menyelesaikannya. Seperti diatas, semua keputusan memiliki konsekuensi. Bahkan kalau seseorang memutuskan untuk terus melanjutkan, dia harus tahu dan sadar (mawas diri): “apakah saya benar-benar dapat meneruskannya atau sebaiknya saya berhenti sebelum lebih banyak kerugian/pengorbanan yang sia-sia?”.

Lagi, memutuskan sesuatu selalu bukan perkara yang gampang. Disinilah peranan orang-orang di sekitar kita, keluarga kita, teman kita, untuk memberikan dukungan ataupun nasehat. Dan setelah membuat sebuah keputusan secara matang dan penuh pertimbangan, janganlah menyesal dengan keputusan itu. Intinya buatlah keputusan dan bersikap beranilah untuk menghadapi apapun konsekuensinya. Dengan demikian, kita menjadi seseorang yang lebih dewasa tanpa harus menyalahkan keadaan, apalagi orang lain.

 

Berjuanglah dengan penuh semangat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s