PhD Tips #3: Never Lose!

Sebuah pernyataan dari Siddhatta the Buddha bahwa semuanya berawal dari pikiran. Saya kira ini benar adanya. Pikiran secara umum dapat kita bagi menjadi dua: pikiran positif (atau rich mind) dan pikiran negatif (atau poor mind). Semakin kita melatih buah-buah pikiran kita dengan hal-hal yang positif, semakin kaya pula pikiran kita. Hal ini kemudian akan terwujud dalam bentuk tindakan-tindakan kita. Sebagai contoh, kita ingin menulis sebuah paper dan diterima di sebuah jurnal dengan impact yang tinggi (katakanlah Nature). Atau kita diminta menulis oleh profesor kita untuk masuk ke jurnal. Dengan pikiran yang miskin, kita sudah ketakutan terlebih dahulu. Mungkin kita berpikir: “sulit ngak ya memulainya?”, “nanti sudah capek-capek buat, tapi gak keterima gimana ya??”, dst. Hal ini bertolak belakang dengan orang-orang yang memiliki pikiran kaya. Mereka akan berpikir: “bagaimana memulainya?”, “apa yang harus saya lakukan pertama kali?”, “tujuan saya adalah jurnal A, kalau tidak jurnal B”, dst. Jadi kita sudah bisa membedakan bukan perbedaan cara pandang keduanya. Meskipun mereka dihadapkan dengan permasalahan yang sama, tapi perbedaan pola pikir dan cara pandang inilah yang menentukan kesuksesan seseorang.

Demikian pula dalam menjalani program PhD. Ada baiknya kita mulai berpikir bahwa kita tidak pernah kalah! Yang ada hanyalah (1) kita menang atau (2) kita belajar. Memang hanya ada dua itu kok sebenarnya hasil akhir dari program PhD. Hal yang sama kita terapkan untuk semua aktifitas kita. Contohnya, untuk dapat menyelesaikan PhD kita harus membuat penelitian, penelitian tersebut dipublikasikan ke dalam jurnal internasional bereputasi minimal 2x, dan berhasil menyelesaikan disertasi dan memukau panel sidang kita. Pemikiran “never lose!” ini kita terapkan untuk masing-masing aktifitas tersebut. Kita mencari jurnal untuk memasukan paper kita. Apabila jurnal ASCE atau Nature ternyata menolaknya, kita tinggal mencari jurnal lain yang menerima paper kita. Atau mungkin paper kita ternyata membutuhkan revisi. Biasanya jurnal-jurnal yang menolak kita akan memberikan jawaban atau respon mereka terhadap kekurangan dari paper kita. Itulah yang kita perbaiki. Jadi jangan malah berpikir bahwa “saya sudah kalah” duluan. Orang dengan pikiran kaya, akan selalu berusaha mencari jawaban dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Sedangkan orang dengan pikiran miskin akan selalu mencari alasan untuk menghindari permasalahan mereka.

Dan tenang saja. Sebenarnya semua orang mengalami permasalahan yang sama kok. Semua PhD akan mengalami jatuh-bangunnya masa-masa penelitian mereka. Cukup dinikmati dan dijalankan, dengan pikiran yang kaya. Again, it is not about losing the game! It is about playing and winning!

 

Berjuanglah dengan penuh semangat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s