CACAT PEKERJAAN KONSTRUKSI

APA ITU CACAT PEKERJAAN KONSTRUKSI

Pekerjaan bangunan atau konstruksi identik dengan pengeluaran biaya yang besar dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk membangunnya. Hal ini menyebabkan para pihak harus memperhatikan segala aspek selama proses pembangunan tersebut sehingga pemilik proyek (owner) tidak merasa dirugikan akibat ketidaksesuaian hasil akhir pekerjaan dengan spesifikasi dan desain yang telah disepakati bersama. Disinilah letak pentingnya pedoman desain dan spesifikasi yang jelas.
Ketika sebuah bangunan telah dinyatakan selesai, tidak tertutup kemungkinan adanya cacat-cacat pekerjaan (work’s defects) yang kemudian merugikan pemilik langsung bangunan (misalnya penghuni yang membeli rumah dari developer). Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu melihat terlebih dahulu apa yang dimaksud cacat pekerjaan konstruksi.
Cacat pekerjaan konstruksi adalah cacat pekerjaan yang mengurangi nilai dari sebuah konstruksi. Cacat pekerjaan konstruksi dapat terjadi sebagai akibat dari kesalahan desain oleh arsitek/perencana, cacat material, mutu pekerjaan konstruksi yang kurang baik, instalasi yang salah, pemanfaatan konstruksi yang tidak sesuai peruntukannya, atau kombinasi diantara hal-hal tersebut.
Salah satu definisi cacat pekerjaan konstruksi diberikan oleh Marianne (2005): suatu kegagalan dari sebuah komponen bangunan untuk dibuat sebagaimana seharusnya. Menurut Cama (2004), cacat pekerjaan dapat dibedakan menjadi 2 macam: cacat paten dan cacat laten.
Cacat paten adalah cacat pekerjaan yang terlihat secara langsung pada struktur. Contohnya kebocoran pada atap, retak pada pondasi, dll. Cacat paten ini mudah diidentifikasi dan oleh karenanya dapat dengan mudah diperbaiki.
Sedangkan cacat laten adalah cacat pekerjaan yang tersembunyi dan sulit untuk diidentifikasi. Biasanya cacat semacam ini baru teridentifikasi setelah dilakukan investigasi lebih lanjut terhadap akibat cacat pekerjaan yang tidak diketahui sebelumnya.

 

Beberapa tipe cacat pekerjaan konstruksi
1. Cacat desain – bangunan dan sistemnya tidak bekerja sebagaimana diharapkan (terutama terjadi pada desain yang kompleks dan rumit dan kurangnya perencanaan yang matang)
2. Cacat material – cacat akibat penggunaan material yang tidak tepat atau tidak sesuai spesifikasi meskipun pelaksanaan/instalasinya sudah baik
3. Cacat konstruksi – cacat yang timbul akibat pelaksanaan konstruksu yang kurang baik (poor workmanship)
4. Cacat akibat masalah geoteknikal – kondisi tanah yang tidak diharapkan dan kurangnya data akurat mengenai kondisi tanah

 

Penyebab-Penyebab Cacat Pekerjaan
– Kegagalan dalam perencanaan desain
– Kegagalan dalam pemilihan dan penggunaan material
– Kegagalan dalam pelaksanaan konstruksi
– Kegagalan dalam pemanfaatan konstruksi yang tidak sesuai peruntukannya

 

Klasifikasi Cacat Pekerjaan
Klasifikasi cacat pekerjaan bisa jadi sangat subjektif tergantung klasifikasi yang dibuat oleh masing-masing investigator. Klasifikasi tersebut bisa menjadi: cacat minor, cacat ringan, cacat sedang, cacat berat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s