Honor Arsitek

www.iai-jakarta.org

Sebagai salah satu profesi yang paling menantang – Arsitek mengemban tugas dan tanggung jawab yang besar dalam setiap karya dan desain yang dihasilkannya. Tidak hanya sekedar nilai estetika maupun fungsi bangunan, seorang arsitek juga harus memahami prinsip-prinsip kekuatan & ketahanan bangunan. Melihat besarnya tanggung jawab dan peranan profesi ini dalam pembangunan, maka diperlukan standar honorarium arsitek di Indonesia sehingga mereka dapat menjalankan tugas dan peranannya dengan lebih jelas. Berikut adalah tabel honorarium arsitek di Indonesia berdasarkan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

 

TABEL PERHITUNGAN IMBALAN JASA ARSITEK

Biaya Bangunan sampai

Kategori Bangunan

   

Khusus

Sosial

1

2

3

Kurang  Rp

200 juta

Mengikuti Ketentuan dari Pemerintah yang berlaku

< 2,50%

6,50%

7,00%

8,00%

Rp

200 juta

2,50%

6,50%

7,00%

8,00%

Rp

2 milyar

2,50%

5,51%

5,90%

6,48%

Rp

4 milyar

 

4,78%

5,13%

5,60%

Rp

20 milyar

 

4,20%

4,52%

4,92%

Rp

40 milyar

 

3,71%

4,01%

4,38%

Rp

60 milyar

 

3,29%

3,58%

3,92%

Rp

80 milyar

 

2,92%

3,20%

3,52%

Rp

100 milyar

 

2,60%

2,88%

3,18%

Rp

120 milyar

 

2,32%

2,59%

2,88%

Rp

140 milyar

 

2,07%

2,34%

2,62%

Rp

160 milyar

 

1,86%

2,12%

2,39%

Rp

180 milyar

 

1,67%

1,98%

2,20%

Rp

200 milyar

 

1,51%

1,76%

2,03%

Rp

220 milyar

 

1,37%

1,62%

1,88%

Rp

240 milyar

 

1,25%

1,51%

1,76%

Rp

260 milyar

 

1,16%

1,41%

1,67%

Rp

280 milyar

 

1,09%

1,34%

1,59%

Rp

300 milyar

 

1,04%

1,29%

1,54%

Rp

500 milyar

 

1,00%

1,25%

1,50%

Lebih Rp

500 milyar

 

1,00%

1,25%

1,50%

Catatan:
•    Jika biaya bangunan terletak antara dua jumlah biaya yang tercantum dalam kolom pertama tabel tersebut di atas, maka persentase imbalan jasa dengan/dapat mengikuti kurva Lampiran 2.B.

KATEGORI BANGUNAN

(1) Bangunan Khusus

Bangunan-bangunan yang dimiliki, digunakan, dan dibiayai oleh Pemerintah sesuai tercantum dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

(2) Bangunan Sosial

Memiliki sosial yang tidak bersifat komersial (nonkomersial):

a. Masjid, gereja dan tempat peribadatan lainnya, rumah penampungan yatim piatu, bangunan pelayanan masyarakat dengan luas bangunan maksimum 250 m2.

b. Bangunan rumah tinggal atau hunian dengan luas maksimum 36 m2.

(3) Bangunan Kategori 1

Memiliki karakter sederhana, kompleksitas, dan tingkat kesulitan yang rendah:

a. Tipe Hunian: asrama, hostel

b. Tipe Industri: bengkel, gudang

c. Tipe Komersial: bangunan-bangunan tidak bertingkat, tempat parkir

(4) Bangunan Kategori 2

Memiliki karakter, kompleksitas, dan tingkat kesulitan rata-rata

a. Tipe Hunian: apartemen, kondominium, kompleks perumahan

b. Tipe Industri: gardu pembangkit listrik, gudang pendingin, pabrik

c. Tipe Komersial: bangunan parkir bertingkat, kafetaria, restoran, kantor, perkantoran, rukan, ruko, toko, pusat perbelanjaan, pasar, hanggar, stasiun, terminal, superblok/fungsi campuran

d. Tipe Komunitas: auditorium, bioskop, ruang pameran, ruang konferensi, ruang serbaguna, ruang pertemuan, perpustakaan, penjara, kantor pelayanan umum

e. Tipe Pelayanan Medis: klinik spesialis, klinik umum, rumah jompo

f. Tipe Pendidikan: sekolah, tempat perawatan

g. Tipe Rekreasi: gedung olahraga, gimnasium, kolam renang, stadion, taman umum

(5) Bangunan Kategori 3

Memiliki karakter khusus, kompleksitas, dan tingkat kesulitan tinggi:

a. Tipe Hunian: rumah tinggal privat

b. Tipe Komersial: bandara, hotel

c. Tipe Komunitas: galeri, ruang konser, museum, monumen, istana

d. Tipe Pelayanan Medis: rumah sakit, sanatorium

e. Tipe Pendidikan: laboratorium, kampus, pusat penelitian / riset

f. Tipe Peribadatan: gereja, klenteng, masjid, dan lain-lain dengan luas lebih dari 250 m2

g. Tipe Lain: kantor kedutaan, kantor lembaga tinggi negara, pemugaran, renovasi, bangunan dengan dekorasi khusus

 

sumber: website Ikatan Arsitek Indonesia

One thought on “Honor Arsitek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s