5 Tips Untuk Menggagalkan Proyek Anda

Salah satu siasat perang Sun Tzu kira-kira berbunyi: kenalilah musuhmu sebelum kamu memenangkan peperangan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat menggagalkan proyek yang sedang kita kerjakan. Dengan membaca ini, harapannya adalah agar kita belajar untuk TIDAK melakukan hal-hal ini di dalam pelaksanaan proyek kita. Semoga membantu!

Terdapat beberapa parameter dalam mengukur keberhasilan suatu proyek, antara lain Waktu, Biaya, dan Kepuasan Klien.

Cobalah 5 tips berikut untuk membuat proyek anda menjadi sebuah proyek yang OVER-TIME, OVER-BUDGET, dan membuat klien anda marah-marah pada anda.

Tips 1 – Jangan Pernah Merencana: “Apa perlunya merencanakan segala sesuatu apabila tidak ada seorang pun yang berniat menjalankan rencana saya itu? Rencana saya diprint, dibagikan, dilupakan atau sekedar diletakkan begitu saja di atas tumpukan berkas lainnya. Lebih baik saya menyingsingkan lengan baju dan mengerjakan apa yang ada di depan mata saya saja!” Seorang pria bijaksana pernah berkata: jika kamu gagal untuk merencana, maka kamu berencana untuk gagal.”  Jadi merencanakan pada intinya adalah memastikan bahwa terdapat orang-orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tepat di waktu dan tempat yang tepat pula. Hanya jika kamu merencana barulah kamu dapat menyelesaikan proyekmu sesuai skedul.

Tips 2 – Jangan Berkomunikasi. “Mengapa saya harus mengatakan pada semua orang apa yang sedang terjadi? Ini tidak berguna. Apa yang perlu mereka ketahui hanyalah rutinitas mereka sendiri. Komunikasi membutuhkan waktu dan perhatian yang lama. Lagian saya tidak bisa berkomunikasi dengan baik pada mereka. Tidak! Itu bukan tipe saya.” Alasan kita harus berkomunikasi adalah untuk memastikan semua orang berada pada kerangka dan situasi yang sama, menjelaskan keadaan yang terjadi sehingga mereka mengetahui apa yang sedang dan akan terjadi. Dengan cara ini pula akan diperoleh masukan-masukan yang mungkin lebih bermanfaat dalam menghadapi situasi sulit.

Tips 3: Lupakan soal kepemimpinan, itu sudah kuno: “Tim saya harus bisa melakukan pekerjaan mereka dengan baik atau kalau tidak mereka harus berani mengambil resiko dipecat dari pekerjaan mereka sekarang. Kamu harus secara terus-menerus mengekang mereka agar mereka bisa bekerja semaksimal mungkin.” Mungkin saja metode ini berguna dalam jangka waktu yang pendek, tetapi organisasi dan perusahaan yang sukses telah membuktikan bahwa kepemimpinan memegang peranan penting dalam meningkatkan produktifitas pekerja mereka. Dalam pengerjaan suatu proyek dalam kurun waktu yang lama, para pekerja/karyawan membutuhkan hadiah dan terutama penghargaan atas jerih payah mereka. Pujian yang tulus dari pemimpin akan memacu mereka untuk bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien. Masalah produktifitas berbanding terbalik dengan kerja paksa, tetapi akan berbanding lurus dengan kerja yang penuh penghargaan. Seorang pemimpin yang baik bisa dengan jeli melihat hal ini dan akan selalu memikirkan cara untuk memotivasi bawahannya. Pendek kata, para pekerja butuh dihargai dan hanya pemimpin sejatilah yang bisa melakukan hal ini. Satu hal yang perlu diingat oleh pemimpin sejati: mereka harus selalu bersikap positif terhadap bawahan mereka, bahkan apabila bawahannya mengomel tak karuan. Berpikirlah dari kacamata bawahan, apa yang mereka perlukan.

Tips 4 – Pokoknya menyenangkan klien: “Siapa yang peduli dengan perubahan-perubahan di proyek. Ini dibiayai dari kantong klien, jadi kalau klien mau membuat perubahan-perubahan ya terserah mereka. Jika proyek terlambat maka itu adalah kesalahan mereka. Jika mereka ma uterus mengubah-ubah desain, aku tidak akan menghalangi mereka.” Tentu saja, keinginan klien adalah salah satu hal utama karena proyek itu sendiri dibiayai oleh mereka. Klien kita bisa saja mengubah desain sewaktu-waktu apabila mereka mau, tetapi kita harus bisa mengontrolnya karena ketika deadline sudah terlampaui dan proyek kita gagal selesai tepat waktu karena perubahan-perubahan yang kita sendiri telah setujui, pastilah klien tidak akan senang.

Tips 5 – Lupakan klien anda, saat proyek mulai berjalan: “Saat aku telah berhasil memenangkan tender dan menandatangani kontrak, aku tidak perlu mendengarkan keluhan-keluhan mereka sampai proyek selesai. Pokoknya yang perlu kukerjakan adalah menyelesaikan proyek ini tepat waktu sesuai dengan desain dan kesepakatan yang ada di dalam kontrak. Semakin sedikit aku terlibat dengan mereka, semakin sedikit kesulitan yang perlu kuhadapi.” Metode ini mungkin bisa berjalan dengan baik, tetapi hanya sampai saat anda membutuhkan dukungan mereka. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Pada saat kita membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih, kucuran dana yang lebih, atau sumber daya yang lebih, kita harus meminta persetujuan dari klien kita. Untuk dapat melakukan hal itu hanyalah apabila kita dekat dengan mereka. Mereka harus diinformasikan mengenai keadaan dan pengerjaan proyek di lapangan dan mereka juga harus bisa menjadi bagian dari setiap tahap pengerjaan proyek sehingga mereka merasa berada dalam satu tim bersama kita. Seringlah berbicara pada mereka dan mintalah bantuan mereka apabila kita membutuhkannya. Jika kita telah memiliki dukungan penuh dari mereka, maka kita akan mendapatkan apa yang kita perlukan sewaktu-waktu.

**

Sumber: various

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s