Tes Lapangan Mutu Semen

Semen sebagai salah satu material utama dalam pembuatan beton menjadi material yang paling penting untuk diperhatikan diantara material utama lainnya. Hal ini dikarenakan selain harganya yang jauh lebih mahal dibandingkan air bersih dan agregat, juga dikarenakan mutu semen dapat berkurang seiring dengan lama penyimpanan. Biasanya untuk mengetes mutu semen dapat dilakukan dengan 2 jenis tes, yaitu:

1)      Tes di lapangan

2)      Tes di laboratorium

Untuk pelaksanaan konstruksi di lapangan, tentu saja tes yang umum dilakukan untuk menguji mutu semen adalah tes lapangan. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan di lapangan untuk menguji mutu semen:

a)      Mengecek tanggal produksi semen

Pengecekan ini penting karena kekuatan beton (yang utamanya dipengaruhi oleh semen) akan berkurang seiring dengan lamanya penyimpanan. Hal ini dikarenakan semen merupakan material yang bersifat hygroscopic, dimana kekuatannya berkurang seiring waktu sebagai akibat dari pengaruh kelembaban lingkungan sekitar. Tanggal produksi seharusnya terdapat dalam kantong semen. Sebagai panduan mutu semen versus lama penyimpanan bisa dilihat pada table berikut.

b)      Bukalah kantong semen dan lihat apakah ada gumpalan atau padat yang terjadi di dalam kantong. Ini untuk memastikan bahwa semen belum tercampur dengan material lain seperti air.

c)       Cobalah masukkan tangan anda ke dalam semen dan seharusnya anda merasakan sensasi dingin. Ini mengindikasikan bahwa semen belum terjadi reaksi hidrasi di dalam kantong semen.

d)      Ambillah sejumput semen diantara ibu jari dan jari telunjuk anda dan gesekkanlah. Seharusnya anda merasakan butiran semen yang halus.

e)      Tebarkan segenggam semen ke dalam air. Semen seharusnya mengapung terlebih dahulu sebelum akhirnya mengendap.

f)       Ambil 100 gram semen dan buatlah pasta berbentuk kerucut (dicampur dengan air secukupnya). Masukkan pasta tersebut ke dalam gelas. Masukkan gelas berisi pasta kedalam air. Amati apakah pasta tersebut buyar atau tidak. Pasta semen seharusnya tidak buyar oleh air dan seharusnya memadat sesuai bentuk gelas meskipun berada di dalam air. Semen mampu memadat di dalam air, oleh karena itulah disebut ‘Hydraulic Cement’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s