Journey to Arabia 3

6. Kingdom Tower

Ini dia kebanggaan warga Arab Saudi, terutama Riyadh. Kingdom Tower adalah gedung tertinggi di Riyadh. Berbeda dengan kebanyakan mall atau gedung publik lainnya, menara berbentuk pembuka botol ini bisa diakses oleh hampir semua orang baik single maupun family. Biasanya di Riyadh pada malam Jumat dan hari Jumat, mall-mall hanya terbuka bagi pengunjung yang sudah berkeluarga (family), tetapi Kingdom Tower tidak memberlakukan hal yang sama. Di dalamnya terdapat berbagai macam stand internasional yang menjual berbagai jenis aksesoris seperti jam tangan, perhiasan, pakaian, hingga parfum.

Dengan total ketinggian 311 meter, gedung ini menempati urutan ke 45 gedung-gedung tertinggi di dunia. Selain itu gedung ini juga memiliki masjid tertinggi di dunia setelah Burj Khalifa. Disamping shopping mall, terdapat pula Four Season Hotel di bagian bawah gedung, dan sebuah jembatan penyeberangan (skybridge) sepanjang 100 meter. Sayangnya kita tidak diperkenankan memotret pemandangan dari skybridge ini dengan menggunakan kamera. Apabila mau berfoto, bisa membayar juru foto yang sudah ditempatkan disana.

7. Alfaisalyah

Berlokasi tidak jauh dari Kingdom Tower terdapat sebuah gedung unik bernama Alfaisalyah. Gedung dengan bola berwarna emas di puncaknya ini juga menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi apabila anda berada di Riyadh. Terdapat shopping mall dengan stand-stand internasional namun tentu saja tidak sebanyak di Kingdom Tower.’

8. Dammam

Salah satu kenangan yang tak terlupakan selama saya berada di Arab adalah berkunjung ke Dammam. Perjalanan ke Dammam saya tempuh bersama teman-teman saya dengan menaiki bus Saptco – sebuah perusahaan jasa pelayanan angkutan bus yang beroperasi di Arab Saudi. Busnya sendiri begitu nyaman, atau mungkin karena perjalanannya kami tempuh pada malam hari sehingga membuat tidak terasa. Bus akan berhenti di tengah perjalanan dan kami semua diwajibkan turun untuk menyantap makanan di sebuah rumah makan yang menjadi langganan bus itu. Namun sayangnya menu yang tersedia hanya satu: nasi mandi/biryani. Walaupun belum terlalu lapar, karena langsung disediakan nasi tersebut di depan meja kami (padahal kami tidak memesan), akhirnya kami makan juga. Setelah membayar kami pun melanjutkan perjalanan. Sesampainya disana, muncul masalah baru – penginapan! Kami harus berjuang memasuki penginapan-penginapan dengan harga yang sesuai dengan kantong kami. Akhirnya setelah berembuk dan merasa kelelahan, kami pun memutuskan untuk memilih tidur di penginapan terakhir yang kami datangi. Waktu itu pukul 03.30 dini hari. Pukul 09.00 pagi kami pun bangun dan bersiap-siap pergi menelusuri pantai (Dammam adalah kota pelabuhan di bagian timur Arab Saudi). Sama seperti Riyadh, Dammam tampaknya telah menjadi pusat bagi para tenaga kerja asal Filipina, karena kami menemui banyak sekali orang-orang Filipina di Dammam. Puas melihat pantai dan beristirahat di bawah pepohonan, kami pun beranjak menuju tempat pusat perbelanjaan. Sore hari kami pun pulang kembali ke Riyadh kali ini dengan kereta yang juga sama bagusnya.

9. Old Diriyah

Al Diriyah tampaknya adalah sebuah kota yang dulu menjadi tempat tinggal bagi kesultanan Arab Saudi. Hampir semua bangunannya terbuat dari struktur tanah yang diliatkan.

10. Batha

Ini dia tempat yang biasanya kami kunjungi saat malam Jumat tiba. Batha telah menjadi semacam ritual bagi kami untuk melepas penat setelah bekerja 6 hari penuh dalam satu minggu. Di Batha banyak sekali orang Filipina dan India yang bisa ditemui. Tapi salah satu ritual wajib apabila kami mengunjungi Batha adalah mencari restoran Thailand/Filipina, yang menyajikan masakan khas Asia sebagai pengobat rindu kami. Satu kata untuk Batha: ramai!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s