APA ITU MIX DESIGN? (Bagian 1)

white cement

Pendahuluan

Proses memilih bahan-bahan pembetonan yang tepat dan memutuskan jumlah/kuantitas ketergantungan dari bahan-bahan tersebut dengan mempertimbangkan syarat mutu beton, kekuatan (strength), ketahanan (durability) dan kemudahan pengerjaan (workability) serta nilai ekonomisnya disebut concrete mix design (perancangan campuran beton). Proporsi bahan-bahan pembetonan tergantung pada dua kondisi, yaitu kondisi plastisitas dan kekerasannya. Apabila sifat plastisitas beton tidak bekerja, maka akan menyulitkan dalam proses pembetonan karena beton akan menjadi sulit dituangkan dan dipadatkan. Oleh karena itu kemudahan pengerjaan beton menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Kuat tekan dari beton yang telah mengeras akan tergantung pada banyak faktor, antara lain: kualitas dan kuantitas semen, air dan agregat; proses pengadukan dan pencampuran, penempatan, pemadatan dan pengeringan. Biaya pembetonan terdiri dari biaya material-material yang digunakan, peralatan dan tenaga kerja yang diperlukan. Variasi biaya pembetonan terjadi karena beberapa faktor terutama pada kenyataan bahwa harga semen jauh lebih tinggi daripada harga agregat. Oleh karena itu analisis mix design bertujuan untuk menemukan kuantitas yang tepat yang sesuai dengan persyaratan struktural. Dari sudut pandang teknik, pencampuran yang banyak akan dapat menyebabkan penyusutan (shrinkage) dan keretakan (cracking) pada beton structural, dan hal ini tidak boleh terjadi melebihi batas-batas yang telah dipersyaratkan. Pencampuran yang tidak tepat juga bisa menyebabkan perubahan panas hidrasi dalam massa beton menjadi lebih tinggi yang bisa menyebabkan keretakan.

 

Biaya actual beton juga berkaitan dengan biaya material pembetonan yang memenuhi kekuatan minimum yang disebut dengan karakteristik kekuatan yang ditentukan oleh desainer bangunan. Hal ini akan bergantung pada ukuran-ukuran quality control (QC), yang juga menjadi biaya pembetonan. Biaya tenaga kerja bergantung pada kemudahan pengerjaan dari campuran beton, contohnya: sebuah campuran beton dengan tingkat kemudahan pengerjaan yang rendah akan membutuhkan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi untuk dapat mencapai tingkat pemadatan dengan peralatan yang tersedia.

 

Jadi dengan kata lain, ada begitu banyak pengaruh tidak langsung dari perancangan campuran beton yang akan turut mempengaruhi besarnya biaya pembetonan. Campuran yang tepat yang telah memenuhi persyaratan struktural akan menjadi hal yang sangat penting dalam pembiayaan suatu proyek secara keseluruhan, karena biaya beton merupakan salah satu biaya material yang besar proporsinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s