Monitoring Biaya

Salah satu hal yang menjadi penentu keberhasilan dari suatu proyek sudah tentu adalah besar keuntungan yang diperoleh. Perolehan keuntungan ini akan menjadi bersifat sangat relatif tergantung dari berbagai hal seperti kestabilan produktivitas pekerja, kestabilan dana yang tersedia, kestabilan harga-harga material di pasar, kestabilan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah, dan lain sebagainya. Nah, untuk memprediksi besarnya keuntungan yang diperoleh dari suatu pekerjaan konstruksi dan sekaligus untuk memastikan pengelolaan keuangan proyek sudah benar, maka diperlukan suatu sistem pemantauan atau pengendalian yang efektif dan sederhana.

 

Adapun item beban pekerjaan yang perlu dikelola setidaknya terdiri dari:

a)      Material/bahan

b)      Upah

c)      Alat

Dan (kalau ada) ditambah dengan beban sub-kontraktor, beban persiapan-penyelesaian, beban pemasaran, beban administrasi, dan beban bank ataupun beban-beban lainnya.

 

Salah satu cara yang paling sederhana dan efektif dalam memantau biaya proyek adalah dengan memanfaatkan Ms Excel. Contohnya adalah sebagai berikut:

Dari item pekerjaan yang ada di dalam dokumen kontrak, hitunglah estimasi total biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Buatlah dengan rinci dan bagilah dalam kelompok bebannya masing-masing. Kemudian bandingkanlah dengan total nilai kontrak.

Misalnya:

Didapatkan sebuah proyek dengan nilai kontrak 100.000.000. Namun setelah dihitung, diperoleh rincian sbb.

beban material     = 60.000.000

beban upah           = 20.000.000

beban alat             = 10.000.000

total beban est      = 90.000.000

  1. Buatlah S-Curve rencana dari proyek tersebut. Dari S-Curve rencana akan didapatkan perkiraan progress pekerjaan per bulan. (Lihat cara membuat S-Curve)
  2. Seiring dengan dimulainya pekerjaan, catatlah semua biaya yang terjadi dan kelompokkanlah dalam post beban masing-masing.

Contohnya:

Bulan Juni, pengeluaran material = 5.000.000, upah = 3.000.000, alat = 3.000.000

Bulan Juli, pengeluaran material = 20.000.000, upah = 3.000.000, alat = 3.000.000

Bulan Agustus, pengeluaran material = 20.000.000, upah = 6.000.000, alat = 2.500.000

Bulan September, pengeluaran material = 15.000.000, upah = 8.000.000, alat = 1.500.000

3. Buatlah tabel monitoring seperti berikut. Misalnya untuk beban bahan. Rencana per bulan, rencana kumulatif, riil per bulan, riil kumulatif.

Presentation1

4. Kemudian dari tabel di atas, buatlah grafik monitoringnya. Yang perlu dipantau adalah walaupun riil kumulatif beban di atas rencana kumulatif, tapi setidaknya sampai akhir proyek (bulan September) keduanya akan mencapai titik yang sama, artinya pada akhir proyek, kumulatif beban riil sama dengan beban rencana.

Presentation2

Dengan monitoring sederhana ini diharapkan bisa memastikan proyek berjalan sesuai dengan perkiraan atau setidaknya: mengetahui proyek tidak berjalan sesuai rencana sehingga dapat dicari solusi-solusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s