Archive for December, 2009

December 28, 2009

Never Underestimate

A common mistake that people make when trying to design something completely foolproof is to underestimate the ingenuity of complete fools.
– Douglas Adams

December 11, 2009

Macam-macam Tipe Semen

1. Semen Portland Type I
Dipakai untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Cocok dipakai pada tanah dan air yang mengandung sulfat 0, 0% – 0, 10 % dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung bertingkat, perkerasan jalan, struktur rel, dan lain-lain

2. Semen PortLand type II.
Dipakai untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan sulfat ( Pada lokasi tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0, 10 – 0, 20 % ) dan panas hidrasi sedang, misalnya bangunan dipinggir laut, bangunan dibekas tanah rawa, saluran irigasi, beton massa untuk dam-dam dan landasan jembatan.

3. Semen Portland type III
Dipakai untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi, misalnya untuk pembuatan jalan beton, bangunan-bangunan tingkat tinggi, bangunan-bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat.

4. Semen Portland type IV

Adalah tipe semen dengan panas hidrasi rendah. Semen tipe ini digunakan untuk keperluan konstruksi yang memerlukan jumlah dan kenaikan panas harus diminimalkan. Oleh karena itu semen jenis ini akan memperoleh tingkat kuat beton dengan lebih lambat ketimbang Portland tipe I. Tipe semen seperti ini digunakan untuk struktur beton masif seperti dam gravitasi besar yang mana kenaikan temperatur akibat panas yang dihasilkan selama proses curing merupakan faktor kritis.

5. Semen Portland type V
Dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/ air yang mengandung sulfat melebihi 0, 20 % dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.

6. Super Masonry Cement
Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K 225. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick, Paving Block, tegel dan bahan bangunan lainnya.

7. Oil Well Cement, Class G-HSR ( High Sulfate Resistance) .
Merupakan semen Khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi, OWC yang telah diproduksi adalah class G, HSR ( High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai ” BASIC OWC” . adaptif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur.

8. Portland Composite Cement ( PCC)
Semen memnuhi persyratan mutu portland COmposite Cement SNI 15-7064-2004. Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton. Struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, bahan bangunan, beton pra tekan dan pra cetak, pasangan bata, Plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako, genteng, potongan ubin, lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus.

9. Super ” Portland Pozzolan Cement” ( PPC) .
Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland Pozzoland SNI 15-0302-2004 dan ASTM C 595 M-05 s. Dapat digunakan secara luas seperti :
– konstruksi beton massa ( bendungan, dam dan irigasi)
– Konstruksi Beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat ( Bangunan tepi pantai, tanah rawa) .
– Bangunan / instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi.
– Pekerjaan pasangan dan plesteran.

Source: various

Tags:
December 9, 2009

Apakah 14 Prinsip Manajemen? Berikut Penjelasannya

Ke-14 Prinsip-Prinsip Manajemen dari Henri Fayol (1841-1925) adalah:

1. Divisi Kerja. Spesialisasi memungkinkan individu untuk membangun pengalaman dan untuk terus meningkatkan keahliannya. Dengan demikian individu tersebut dapat menjadi lebih produktif.
2. Otoritas. Hak untuk mengeluarkan perintah, namun harus dengan tanggung jawab yang seimbang sesuai fungsinya.
3. Disiplin. Karyawan harus mematuhi peraturan atau memiliki disiplin, tetapi ini memiliki dua sisi: karyawan hanya akan mematuhi perintah jika manajemen memainkan peran mereka dengan memberikan teladan kepemimpinan yang baik.
4. Kesatuan Komando. Setiap pekerja harus mempunyai satu bos tanpa ada komando lain yang bertentangan.
5. Kesatuan Visi. Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan serupa harus memiliki tujuan yang sama dalam satu rencana. Hal ini penting untuk menjamin kesatuan dan koordinasi dalam perusahaan. Kesatuan komando tidak akan ada tanpa persamaan visi, tetapi hal ini tidak berarti harus sejalan dengan visi itu sendiri.
6. Subordinasi kepentingan individu (demi kepentingan umum). Manajemen harus melihat bahwa tujuan dari perusahaan selalu penting.
7. Remunerasi. Pembayaran/upah adalah motivator penting walaupun dengan menganalisis beberapa kemungkinan, Fayol menunjukkan bahwa tidak ada yang namanya sistem yang sempurna.
8. Sentralisasi (atau Desentralisasi). Ini adalah masalah yang tergantung pada kondisi bisnis dan kualitas personel.
9. Rantai skalar (Garis Otoritas). Sebuah hierarki diperlukan untuk kesatuan arah. Tapi komunikasi lateral juga merupakan hal mendasar yang diperlukan, selama atasan tahu bahwa komunikasi tersebut berlangsung. Rantai skalar mengacu pada jumlah tingkatan dalam hirarki dari otoritas tertinggi hingga tingkat terendah dalam sebuah organisasi. Garis Otoritas ini sendiri tidak boleh terlalu jauh jaraknya atau terdiri dari terlalu banyak tingkatan otoritas.
10. Tatanan. Baik tatanan material dan tatanan sosial sama-sama diperlukan. Tatanan fisik/material akan meminimalkan waktu yang hilang dan penanganan bahan yang tidak berguna. Tatanan sosial dilakukan melalui organisasi dan seleksi.
11. Ekuitas. Dalam menjalankan bisnis ‘kombinasi dari kebaikan dan keadilan’ mutlak diperlukan. Memperlakukan karyawan dengan baik adalah penting untuk mencapai ekuitas.
12. Stabilitas Jenjang Karir Personel. Karyawan akan bekerja lebih baik jika keamanan pekerjaan dan kemajuan karir merupakan jaminan yang meyakinkan mereka. Jabatan yang tidak aman dan tingkat tinggi perputaran karyawan akan mempengaruhi organisasi secara keseluruhan.
13. Inisiatif. Membiarkan seluruh personel untuk menunjukkan inisiatif mereka dalam berbagai cara adalah sumber kekuatan bagi organisasi. Meskipun mungkin juga melibatkan pengorbanan ‘kesombongan pribadi’ pada bagian dari banyak diri manajer.
14. Esprit de Corps. Manajemen harus menumbuhkan semangat karyawannya. Dia lebih lanjut menyatakan bahwa: “bakat diperlukan untuk mengkoordinasikan usaha, mendorong ketajaman, mendayagunakan kemampuan masing-masing orang, dan imbalan jasa masing-masing yang mungkin tanpa menimbulkan kecemburuan dan mengganggu hubungan harmonis.”

Apa itu Manajemen? Lima elemen

Definisi Fayol mengenai peran dan tindakan manajemen ditentukan antara Lima Elemen berikut:

1. Prevoyance. (Prediksi & Rencana). Meneliti masa depan (prediksi) dan menyusun rencana aksi. Unsur-unsur strategi.
2. Mengatur. Membangun struktur, baik materi dan manusia, dari usaha.
3. Memerintah. Mempertahankan aktivitas di antara personil.
4. Mengkoordinasikan. Mengikat bersama-sama, menyatukan dan menyelaraskan semua aktivitas dan usaha.
5. Mengontrol. Melihat bahwa segala sesuatu terjadi sesuai dengan aturan mapan dan dinyatakan sesuai perintah.

Asal dari 14 Prinsip Manajemen. Sejarah

Henri Fayol (1841-1925) adalah seorang ahli teori manajemen Perancis yang teori-teorinya dalam manajemen dan organisasi tenaga kerja berpengaruh secara luas pada awal abad ke-20. Dia adalah seorang insinyur pertambangan yang bekerja untuk sebuah perusahaan pertambangan Perancis Commentry-Fourchamboult-Decazeville, pertama kali sebagai seorang insinyur. Kemudian ia pindah ke bagian manajemen umum dan menjadi Managing Director 1888-1918. Selama masa jabatannya sebagai Managing Director ia menulis berbagai artikel mengenai ‘administrasi’ dan pada tahun 1916 Bulletin de la Société de l ‘Industrie Minérale, memuat artikelnya “Administration, Industrielle et Générale – Prévoyance, Organization, Commandement, Coordination, Contrôle”. Pada tahun 1949 terjemahan Bahasa Inggris pertama kali muncul berjudul: ‘Manajemen Umum dan Industri’ oleh Constance Storrs.

Penggunaan dari 14 Prinsip-Prinsip Manajemen. Aplikasi

* Perubahan dan Organisasi.
* Pengambilan keputusan.
* Keahlian-keterampilan. Dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas dasar seorang manajer.
* Pahami bahwa manajemen dapat dilihat sebagai pelbagai kegiatan, yang dapat didaftar dan dikelompokkan.

Buku: Henri Fayol – Manajemen Umum dan Industri –

Source: http://www.12manage.com/methods_fayol_14_principles_of_management.html

December 8, 2009

Jembatan Kaca: Skywalk

Skywalk yang juga dikenal sebagai The Glass Bridge (Jembatan Kaca) adalah salah satu proyek teknik sipil proyek mengagumkan yang menunjukkan pemikiran yang tak tertandingi dari para insinyur sipil dan arsitek. Konstruksi sipil jembatan kaca ini dimulai pada bulan Maret 2004. Jemabatan Kaca atau Glass Bridge ini akan berada setinggi 4.000 kaki di atas Sungai Colorado dan menggantung di tepi Grand Canyon. Pada tahun 2005, jembatan tersebut diuji kemampuan strukturalnya dan hasilnya benar-benar sangat baik. Jembatan ini memenuhi semua persyaratan rekayasa lebih dari 400 persen dan oleh karena itu total beban yang mampu ditopang oleh jembatan kaca ini sama dengan berat dari 71 pesawat Boeing 747 dengan beban penuh atau lebih dari 71 juta pon. Jembatan ini akan dapat menahan beban angin lebih dari 100 mil per jam dari 8 arah yang berbeda, serta beban gempa bumi berkekuatan 8,0 dalam jarak 50 mil. Dikatakan bahwa lebih dari satu juta pon baja digunakan dalam pembangunan Grand Canyon Skywalk ini.

Fakta lain tentang Skywalk:

Selesai tahun 2007 dengan menelan dana sebesar 30 juta dolar Amerika.

Berat total jembatan ini adalah 1,571 juta pon dan dirancang untuk mampu menahan beban sebesar 71 juta pon di atasnya.

Berikut adalah gambar dari proyek luar biasa ini –

Sumber:

http://www.engineeringcivil.com/skywalk-glass-bridge.html

http://www.grandcanyonskywalk.com/

December 6, 2009

Gedung Pencakar Langit Berbentuk Bulan (Moon Shaped Skycraper)

Dengan ambisi insinyur sipil untuk membangun konstruksi yang tinggi dan lebih tinggi lagi, Korea Heerim Architects telah mencoba untuk membangun kembali dua proyek gedung pencakar langit di Asia Tengah tepatnya Republik Azerbaijan. Mereka telah mengusulkan sebuah gedung pencakar langit yang akan dibangun di Baku, ibukota Azerbaijan dengan pemandangan ke arah laut Kaspia. Yang unik adalah bentuk bangunannya yang menyerupai bulan. Dengan kelengkungan yang hampir bulat dan dimensi yang besar, konstruksi ini jelas merupakan tantangan tersendiri bagi para insinyur sipil. Salah satu nama bangunan yang diusulkan adalah Full Moon Bay dan nama lainnya adalah Bulan Sabit dan Caspian Plus.

Berikut adalah beberapa gambar dari apa yang mungkin bisa menjadi tantangan nyata bagi insinyur sipil untuk membangun mimpi:

Source:

http://www.engineeringcivil.com/moon-shape-skyscraper.html

December 4, 2009

Konsep Rumah Berbiaya Rendah

Rumah berbiaya rendah adalah konsep dimana penganggaran, penjadwalan dan teknik konstruksi dalam pembangunan sebuah rumah yang diterapkan secara efektif menjadi fokus utama, tentu tak lepas dari kualitas produk (baca: rumah) yang dihasilkan. Dengan kata lain, rumah berbiaya rendah tidak berarti sama dengan membangun rumah dengan kualitas rendah. Konsep rumah berbiaya rendah ini menjadi sangat sesuai pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang mengingat kita baru saja mengalami krisis ekonomi global tahun 2008 hingga 2009 dan mungkin masih akan berdampak pada tahun-tahun berikutnya walaupun dengan pengaruh yang lebih kecil. Walaupun Indonesia sendiri tidak mengalami dampak yang begitu besar dari resesi ini, tidak ada salahnya apabila kita mempelajari dan menerapkan konsep rumah berbiaya rendah ini.

Pandangan secara umum beranggapan bahwa konsep rumah berbiaya rendah adalah karena penggunaan material dengan kualitas rendah, tenaga kerja tidak terampil, maupun alat konstruksi yang sudah usang (sehingga sewanya pun murah). Hal ini justru adalah hal yang keliru. Pada kenyataannya, konsep membangun rumah berbiaya rendah adalah dengan menerapkan manajemen sumber daya dengan tepat. Manajemen tersebut akan meliputi penganggaran, penjadwalan, teknik konstruksi, dan pemilihan material dan tenaga kerja yang tepat. Apabila seseorang berniat membangun rumah dengan biaya yang rendah (mungkin karena budget yang dimiliki hanya segitu), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Penganggaran

Seksamalah dalam melakukan penganggaran. Penganggaran menjadi bagian yang penting karena ini adalah fokus utama dalam membangun rumah berbiaya rendah. Penganggaran dibuat berdasarkan desain/shop drawing yang kemudian diterjemahkan sebagai nominal dalam angka pengeluaran. Oleh karena itu, desain yang tepat, matang dan minim perubahan akan menjadi sangat penting dalam mengurangi biaya pembangunan sebuah rumah.

2. Penjadwalan

Secara umum, semakin pendek jadwal suatu proyek, maka semakin kecil biaya yang dikeluarkan. Lakukanlah penjadwalan yang tepat dengan memperhatikan hari libur, jam kerja, dan sumber daya yang ada.

3. Teknik/Metode Konstruksi

Terapkan teknik/metode konstruksi yang sudah teruji. Jangan ragu untuk menerapkan teknik baru atau material baru dalam desain anda karena bisa menjadi sangat menguntungkan. Misalnya BATAGAMA hasil lab bahan bangunan UGM yang merupakan beton bata tanpa pasir.

4. Material

Pilihlah material lokal yang mudah diperoleh di sekitar lokasi tempat anda akan membangun rumah impian anda. Memilih material lokal akan menguntungkan dari segi transportasi atau pengangkutan material. Bisa jadi bila anda membeli dengan jumlah yang cukup banyak, si penjual akan memberikan potongan harga atau bersedia mengantar material pesanan tersebut ke lokasi pengerjaan sehingga akan menghemat biaya transportasi material anda. Namun dalam memilih material lokal, ada baiknya bertanya tentang segala spesifikasi. Cara lainnya adalah memanfaatkan diskon material yang biasanya ada di toko-toko bahan bangunan. Namun apabila barang diskon (misalnya ubin) yang kita mau ternyata tidak mencukupi kebutuhan kita, cobalah berkreasi dengan memilih bahan sejenis walau berbeda motif atau ukuran

5. Tenaga kerja

Gunakan tenaga kerja yang terampil. Walaupun mungkin lebih mahal, tapi itu akan menjamin kelancaran pelaksanaan proyek agar sesuai tepat waktu dan selesai pada waktunya.

6. Menunda pekerjaan finishing atau mengerjakannya secara bertahap

7. Menerapkan konsep rumah tumbuh. Rumah tumbuh adalah rumah yang bisa dikembangkan lagi ke depannya apabila dana dan sumber daya lainnya telah mencukupi. Konsep rumah tumbuh sendiri terbagi 2, yakni rumah tumbuh vertikal dan rumah tumbuh horisontal. Apabila Anda memilih menghemat biaya saat ini dengan memilih konsep rumah tumbuh vertikal, maka yang perlu mendapat perhatian khusus adalah perencanaan dan perancangan kekuatan pondasi dan struktur vertikal bangunan. Sebaliknya bila Anda memilih membangun dengan konsep rumah tumbuh horisontal, maka luas bangunan dan luas tanah harus menjadi perhatian

Meskipun demikian, membangun rumah berbiaya rendah sama saja dengan membangun rumah seperti biasanya. Hanya saja penekanan efektifitas, efisiensi dan kreatifitas menjadi hal utama dalam perencanaan, perancangan dan penganggaran dalam konsep rumah berbiaya rendah.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.